Prabu Siliwangi adalah Muslim

Senin, 17 Mei 2010

Betapa beratnya merubah pandangan dan pengetahuan masyarakat yang sudah mendarah daging tentang sesuatu. Demikian kuatnya sehingga hal-hal yang baru akan dianggapnya sebagai sebuah penyimpangan yang mungkin akan menghancurkan kemapanan. Tetapi aku betul-betul  yakin dalam masyarakatku masih banyak orang-orang yang berhati bersih, ihlas mendengarkan dan menyimak dengan cermat sebelum mereka memutuskan sesuatu itu benar, kurang tepat atau malah salah besar. Salah satu soal yang menggodaku sehingga aku rindu untuk segera menyampaikannya adalah 'sejarah umat Islam di Indonesia' dan 'umat Islam dalam sejarah'.

Yang pertama berkaitan dengan realitas dan fakta penulisan sejarah umat Islam yang ada
sekarang, menjadi bahan ajar di sekolah-sekolah dan karenanya pastilah telah lama membentuk pola pikir pada sebagian masyarakat Indonesia. Yang kedua berkaitan dengan fakta yang benar benar faktuil tentang peran umat Islam selama ratusan tahun dalam kehidupan masyarakat yang sebagian besar tidak tercatat dalam buku-buku sejarah, atau sengaja dikaburkan.
Penulisan sejarah memang sarat dengan kepentingan politik. Bagaimana sejarah itu ditulis
bisa jadi alat melanggengkan kekuasaan seseorang atau suatu rezim. Contohnya adalah apa
yang dilakukan Eugene Dubois. Setelah melakukan penelitian di pulau Jawa, khususnya di
Mojokerto dan Kediri, ia berpendapat bahwa manusia yang pernah hidup di Indonesia adalah
pithecantrophus erectus alias manusia kera yang berdiri tegak. Manusia jenis ini juga ditemukan di wilayah Afrika dan Asia lainnya. Sementara penelitian di Eropa menemukan jenis
lain, yaitu homo sapiens bascilus atau manusia yang sudah bisa berfikir. Sudah bisa diduga
bagaimana kesimpulannya : manusia eropa atau berkulit putih lebih pintar dan lebih maju diban
dingkan orang Asia atau Afrika. Wajar saja kalau orang Eropa menjadi kaum penjajah, dan
orang Asia dan Afrika menjadi kaum terjajah. Karena misi utama penjajahan adalah memper-
adabkan manusia pribumi. Itulah contoh sikap hipokrit orang Eropa. Mengatasnamakan kajian
ilmiah tetapi maksud utamanya adalah membenarkan penjajahan.
Monstesquieu yang terkenal karena teori Trias Politica-nya malah beranggapan bahwa tidak
mungkin Tuhan memberikan ruh kepada orang Negro yang hitam kelam. Dan karena itu musustahil bagi kita untuk bisa berbelaskasihan pada mereka. Mereka hanya cocok menjadi budak budak belian. Rudyar Kipling bahkan menyebut mereka half devil and half child (setengah setan dan setengah kanak-kanak). Jadi penjajahan merupakan tugas orang kulit putih memanusiakan bangsa pribumi. Aduh, kurang ajar betul... Nah, di Indonesia Timur Belanda menemukan etnis kulit hitam yang mirip orang Afrika, mereka menamainya Papua, yang artinya daerah hitam tempat perbudakan. Sayang sekali nama Papua dianggap lebih keren ketimbang nama Irian yang berarti sinar yang menghalau kabut.
Dalam kaitan dengan bagimana umat Islam dalam sejarah, sejak lama penjajah melakukan pendistorsian atas sejarah. Mereka ingin menggambarkan betapa bangsa Indonesia menjadi maju tatkala diperintah raja-raja Hindu dan Budha. Datangnya Islam tidaklah menghapuskan kehinduan mereka. Bahkan dalam kondisi zaman sekarang pun kehinduan itu tetap eksis. Contohnya adalah penulisan sejarah Prabu Siliwangi, raja orang Sunda yang dianggap punya kesaktian luar biasa, dan demi mempertahankan keyakinan hindunya, ia berubah menjadi harimau, sering muncul di hutan larangan yang bernama Hutan Sarongge di gunung Salak, sedangkan keturunannya seperti Suryakancana menguasai gunung Gede, menikahi jin (entah bagaimana wujud manusia ketururunannya yang hasil blasteran manusia dan jin ini), bahkan melalui tapa brata dan ritual-ritual khusus Prabu Siliwangi atau eyang Suryakancana ini bisa diundang datang, mungkin menghadiri resepsi atau syukuran atas maksud-maksud tertentu. Demikian cerita seterusnya berkembang dalam tradisi lisan dan dongeng orang Sunda.
Tahukah anda, dalam buku Ahmad Mansur Suryanegara, Menemukan Sejarah, bersumberkan buku Carita Purwaka Caruban Nagari  yang ditulis Pangeran Arya Cirebon (1720), Prabu Siliwangi (PS) ternyata masuk Islam. Ia menikah dengan seorang wanita bernama Nyai Subang Larang,  seorang santri putri Syekh Hasanudin yang dikenal sebagai Syekh Qura. Nah dari pernikahannya ini lahirlah tiga orang anak : Walang Sungsang (lk), Nyai Rara Santang (pr), dan Raja Sangara (lk). Nyai Rara Santang dinikahi Maulana Sultan Mahmud atau Syarif Abdullahpun, seorang Arab turunan Bani Ismail, kemudian berputera yang diberi nama Syarif Hidayatullah yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Jadi salah seorang wali sanga itu ternyata cucu PS. Dengan demikian tidaklah benar cerita yang menyatakan PS sebagai seorang Hindu, bahkan rela meninggalkan istananya hanya untuk mempertahankan kehinduannya. Cerita ini sesungguhnya berasal dari penjajah Belanda. Bertujuan mengaburkan peran Islam dalam sejarah bangsa Indonesia karena keengganan menerima kenyataan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan cara-cara damai, di antaranya melalui pernikahan campuran, hidup penuh sikap toleran bersama-sama umat Hindu serta berpengaruh besar dalam pembentukan tatanan sosial dan kultural bangsa ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat, dan sampai jumpa di tulisan yang lain....

       

16 komentar:

Jauhar IPB mengatakan...

informasi yang sngat diperlukan untuk meluruskan sejarah,tq

mimipipi mengatakan...

Nais inpoh gan!

Troy Logic mengatakan...

Ha...ha..ha...Ternyata Coment sy dihapus,Sejarah memang erat kaitannya dengan yang menulis sejarah sama seperti anda hilang logika karena berkuasa,anda menulis apa yang anda inginkan dalam sejarah Sunda,bukan apa yg terjadi sebenarnya,kebenaran yang anda ingin ungkapkan telah terkubur bersama kepercayaan nenek moyang anda yang beragama Hindu/Budha.Anda sudah merasa seperti orang Arab. Anda telah melupakan jati diri dari kerajaan Pajajaran itu sendiri.Jika saja Islam tidak masuk,Pajajaran mungkin akan bertahan sampai NKRI terbentuk.

lebih baik saya angkat kaki dari pada harus tunduk kepada kerajaan yg bukan islam !!!!

alan mengatakan...

Jika Islam tidak ada, maka penjajah laknatullah itu mungkin masih bercokol disini.. Terimakasih para pejuang muslim dan lainnya.

alan mengatakan...

Jika Islam tidak ada, maka penjajah laknatullah itu mungkin masih bercokol disini.. Terimakasih para pejuang muslim dan lainnya.

Saptaji Gurnita mengatakan...

saya setuju dengan tulisan bapak .prabu siliwangi sudah menjadi mualaf.saat bertemu dengan syaidina ali mendapatkan lintang kerti sebagai mas kawin. dan untuk mendapatkanya lintang kerti(tasbih) Prabu siliwangi harus membaca dua kalimat syahadat

Vega Karwanda mengatakan...

Wargi sunda, hayu akh urang Pancakaki ngaguar silsilah sareng ngalengkepan database silsilah urang sadaya, silsilah Prabu siliwangi, prabu haur kuning, silsilah sukapura, silsilah sumedang, silsilah cangkuang, silsilah cikundul, silsilah galuh, silsilah urang sadaya, sumangga wilujeng anggo web silsilah/ family tree di www.silsilah.sanghyangkuning.com GRATIS... GRATIS.. GRATIS...
Sumangga gabung oge di page-na PUSAT STUDI KELUARGA & SILSILAH SANGHYANG KUNING http://www.facebook.com/KabuyutanSanghyangKuning?ref=hl

tito mengatakan...

wah ini opini,dakwah, atau sejarah?Penulis seperti hidup ribuan tahun dan menyaksikan sendiri bagaimana keadaan saat itu.Kalau tujuannya hanya untuk menyebarkan dan mengagungkan agama Anda tak usahlah bicara sejarah.Ntar anda sebut Borobudur itu peninggalan raja muslim.Maaf ini NKRI.Opini anda silakan menjadi fakta anda.Dan tiada agama diatas kebenaran.

Asmu'i Syarkowi mengatakan...

klaim tentang seorang tokoh sebagai kelompoknya memang sah2 saja. Di sinilah awal terjadinya kontroversi....Justru ini akan menarik dari sisi akademik....Fak. Sastra jurusan sejarah pasti akan tetap buka......

Andri Dwi Santo mengatakan...

Ya memang benar prabu siliwangi masuk islam cz pa nyai subang larang adalah seorang santri pilihan syeh quro atau hasanudin yang berasal dari negeri campa (vietnam) knp saya bilang islam. Cz islam melarang menikah dengan pasangan yang berbeda agama (NON MUSLIM)makanya da 3 syarat yg harus dilakukan prabu siliwangi dalam meminang nyai subang larang pertama harus mengambil lintang ketir yaitu tasbih rasul dan yg kedua melaksanakan haji dan yang ke 3 harus menjadikan anaknya sebagai raja. Dn ktka dimekah itulah sang prabu masuk islam lalu mungkin anda bertya SEBAB KERAJAAN PAJAJARAN DIHILANGKAN. JAdi wktu ktka raja airlangga (kake prabu siliwangi)MEMERINTAHKAN PUTRANYA yaitu prabu siliwangi yang masih bergelar prabu Anom untuk menghancurkan pesantren syehk quro trsbut tapi pas dipesantren malah mendengar suara ngaji nyai subang larang nah ktka sudah menikah dn masuk islam dengan 3 syarat tdi maka prabu siliwangi pulang ke pajajaran tapi beliau malu cz dia masuk islam maka apa yang harus dilaporkan kepada kakenya dan kepada rakyat ktka sudah pindh kepercayaan maka sang prabu menghilangkan kerajanya tetapi masih ad 1 kerajan yg tidak dihilangkan yang mana kerajan tersebut yang dipimpin langsung oleh prabu surawisesa cz. Udh dlu ya bila mau tau lebih lanjut langsung j datang ke fb dan tanya2 ok dan da masih lebih info tentang pajajaran

Andri Dwi Santo mengatakan...

Fb andri dwi s pembelajar

Andri Dwi Santo mengatakan...

Ya memang benar prabu siliwangi masuk islam cz pa nyai subang larang adalah seorang santri pilihan syeh quro atau hasanudin yang berasal dari negeri campa (vietnam) knp saya bilang islam. Cz islam melarang menikah dengan pasangan yang berbeda agama (NON MUSLIM)makanya da 3 syarat yg harus dilakukan prabu siliwangi dalam meminang nyai subang larang pertama harus mengambil lintang ketir yaitu tasbih rasul dan yg kedua melaksanakan haji dan yang ke 3 harus menjadikan anaknya sebagai raja. Dn ktka dimekah itulah sang prabu masuk islam lalu mungkin anda bertya SEBAB KERAJAAN PAJAJARAN DIHILANGKAN. JAdi wktu ktka raja airlangga (kake prabu siliwangi)MEMERINTAHKAN PUTRANYA yaitu prabu siliwangi yang masih bergelar prabu Anom untuk menghancurkan pesantren syehk quro trsbut tapi pas dipesantren malah mendengar suara ngaji nyai subang larang nah ktka sudah menikah dn masuk islam dengan 3 syarat tdi maka prabu siliwangi pulang ke pajajaran tapi beliau malu cz dia masuk islam maka apa yang harus dilaporkan kepada kakenya dan kepada rakyat ktka sudah pindh kepercayaan maka sang prabu menghilangkan kerajanya tetapi masih ad 1 kerajan yg tidak dihilangkan yang mana kerajan tersebut yang dipimpin langsung oleh prabu surawisesa cz. Udh dlu ya bila mau tau lebih lanjut langsung j datang ke fb dan tanya2 ok dan da masih lebih info tentang pajajaran

Andri Dwi Santo mengatakan...

Ya memang benar prabu siliwangi masuk islam cz pa nyai subang larang adalah seorang santri pilihan syeh quro atau hasanudin yang berasal dari negeri campa (vietnam) knp saya bilang islam. Cz islam melarang menikah dengan pasangan yang berbeda agama (NON MUSLIM)makanya da 3 syarat yg harus dilakukan prabu siliwangi dalam meminang nyai subang larang pertama harus mengambil lintang ketir yaitu tasbih rasul dan yg kedua melaksanakan haji dan yang ke 3 harus menjadikan anaknya sebagai raja. Dn ktka dimekah itulah sang prabu masuk islam lalu mungkin anda bertya SEBAB KERAJAAN PAJAJARAN DIHILANGKAN. JAdi wktu ktka raja airlangga (kake prabu siliwangi)MEMERINTAHKAN PUTRANYA yaitu prabu siliwangi yang masih bergelar prabu Anom untuk menghancurkan pesantren syehk quro trsbut tapi pas dipesantren malah mendengar suara ngaji nyai subang larang nah ktka sudah menikah dn masuk islam dengan 3 syarat tdi maka prabu siliwangi pulang ke pajajaran tapi beliau malu cz dia masuk islam maka apa yang harus dilaporkan kepada kakenya dan kepada rakyat ktka sudah pindh kepercayaan maka sang prabu menghilangkan kerajanya tetapi masih ad 1 kerajan yg tidak dihilangkan yang mana kerajan tersebut yang dipimpin langsung oleh prabu surawisesa cz. Udh dlu ya bila mau tau lebih lanjut langsung j datang ke fb dan tanya2 ok dan da masih lebih info tentang pajajaran

lanang Wiadnyana mengatakan...

Ha ha lucu skalu main klaim melulu. Ternyata umat anda memang selalu dipenuhi teori Konspirasi. Kalau dulu yg anda salahkan Belanda, Kalau sekarang pasti Amerika, Yahudi. wkwkwk
Saya sih nggak peduli Siliwangi itu agamanya apa. yang penting beliau Tokoh yang hebat dan pasti Bertakwa kepada Tuhan, Entah Tuhannya SangHyang Widhi, atau Allah...

salam yusup mengatakan...

kalau memang sang prabu masuk islam shaadat apa saja yang di ucapkan sang prabu ? jika Anda tahu tolong sebutkan shaadat yang di ucapkan sang prabu. trima kasih

Poskan Komentar

 
 
 

lihat iklan, dapat duit !

 
Copyright © Sukses Dunia-Akhirat | Using Amoebaneo Theme | Bloggerized by Themescook | Redesign by Kang eNeS
Home | TOP