Ikhlas Dalam Bekerja

Rabu, 06 Januari 2010

Rahasia sukses berikutnya adalah : ikhlas dalam bekerja. Ikhlas ini gampang-gampang sulit lho. Gampang diucapkan tetapi sulit dipraktikkan. Ikhlas dalam makna awalnya "mengosongkan diri dari berbagai niat dan keinginan selain mencari kedridhoan Allah". Jadi orang yang ikhlas adalah orang yang melakukan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan dengan niat mencari ridha Allah saja. Wuih pasti sulit, tuh. Sebab jika kita bekerja, misalnya, pasti didorong keinginan mendapatkan penghasilan. Rugi dong jika bekerja cuma keluar keringat saja. Iya, kan. Buat apa banting tulang memeras tenaga dan fikiran kalau tak dapat apa-apa. Weleh weleh.. pasti tak ada yang bisa. "Gak manusiawi, tuh", kata salah seorang teman. Tapi tunggu dulu. Jangan keburu berfikir negatif. Sabar..sabar..
Nah, ikhlas itu pada asalnya berkaitan dengan niat. Dan niat adanya di hati, kan. Jadi pendek kata, kalau dalam hati kita muncul keinginan bekerja optimal dan maksimal agar dapat income yang memadai, syukur-syukur kalau melimpah, sehingga kita bisa berbuat banyak kebaikan : bisa memberikan pendidikan yang bagus untuk anak-anak kita, jadi orang tua asuh bagi anak-anak miskin, menyantuni anak-anak yatim, membuka usaha yang bisa menyediakan lapangan kerja bagi anak-anak muda yang menganggur, berinfak dan bersedekah, menolong yang kesusahan agar dengan cara itu kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, dan tindakan itu kita lakukan dengan penuh syukur dan berharap masuk surga, nah seperti itulah yang disebut "ikhlas".
Jadi ikhlas ini selalu berkaitan dengan motivasi awal seseorang untuk doing something. Jika seseorang mau bekerja keras untuk bisa menghidupi keluarganya atau untuk menyekolahkan anak-anaknya karena mereka merupakan amanah Allah, lalu ia melakukannya dengan sadar, maka yang demikian itu juga wujud lain dari ikhlas. Seorang pejabat yang sadar bahwa jabatannya adalah amanah, lalu ia menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi karena sadar nanti diakhirat ia harus mempertanggungjawabkannya; menghindarkan dirinya dari prilaku koruptif dan manipulatif, mencintai masyarakatnya, mau mendampingi mereka dalam suka atau duka, nah itu juga merupakan contoh dari ikhlas. Jika sebagai guru saya mengajar dan mendidik murid-murid saya dengan penuh kecintaan, dan setelah itu saya mendapatkan honor atau gaji dari pekerjaan yang saya lakukan, itu juga manifestasi dari ikhlas. Ingat, ikhlas itu bukan gratis lho. Tetapi niat yang mendasari semua perbuatan kita untuk beribadah kepada Allah. Wujud perbuatannya bisa amat beragam sesuai dengan bakat, minat, keahlian dan lingkup tugas seseorang.
Keuntungan bagi yang ikhlas tentu amat banyak. Selain ia akan mendapatkan kecintaan Allah atau keridhoanNya, ia pun bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan material yang memungkinkan dirinya punya kebebasan finansial untuk.... ya berbuat lebih banyak kebaikan. Karena itu, marilah kita terus melakukan introspeksi diri. Memperbaiki niat. Melakukan sesuatu secara profesional agar menghasilkan sesuatu yang optimal. Atau seperti semboyan Jokosusilo dalam formulabisnis-nya : stop dreaming, start action !

2 komentar:

Tarbiyatun Nisaa mengatakan...

Artikel yang menarik.
Ayo semangat terus memberi ilmu pada anak bangsa

eNeS mengatakan...

Kang, alusna maha addthis dina sidebar dihapus wae soalna tos aya dina tiap halaman artikel. Coba we klik selengkapnya engke ge muncul.

Trus, supaya teu terlalu katingali panjang tulisannana, dina kotak editing gunaken pagebreak (icon-na kertas soek). Eta teh supa tulisan ngan katingali sabagian, bagian laina bakal katingali lamun diklik selengkapnya.

Poskan Komentar

 
 
 

lihat iklan, dapat duit !

 
Copyright © Sukses Dunia-Akhirat | Using Amoebaneo Theme | Bloggerized by Themescook | Redesign by Kang eNeS
Home | TOP